Showing posts with label Kajian Aliran Menyimpang. Show all posts
Showing posts with label Kajian Aliran Menyimpang. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin VS SYI'AH ZAIDIYAH


Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin VS SYI'AH ZAIDIYAH


Zaidiyah adalah sekte yang dinisbatkan kepada nama pendirinya Zaid bin Ali Zainal Abidin bin Husen bin Ali Radiallau Anhu ( 80 – 122 H ) Ia pernah memimpin satu revolusi syi’ah di Irak melawan orang-orang umawi pada masa hisyam bin Abdaul Malik. Penduduk kufah mendorongnya untuk memimpin revolusi tersebut. Tak lama kemudian setelah ia maju memimpin pemberontakan, ia ditinggalkan dan dihinakan oleh penduduk syi’ah di Kuffah karma diketahui zainal abidin menghormati dan meridloi Abu Bakar dan Umar serta tidak mengutuk keduanya maka ia terpaksa berhadapan dengan tentera umaiyah padahal pasukannya hanya sekitar 500 orang terdiri dari pasukan berkuda, dalam pertempuran yang tidak seimbang tersebut ia terkena panah dipelipisnya yang menyebabkan kematiannya.


  SEJARAH BERDIRINYA


Dalam Minhaj al-Sunnah, Ibn Taimiyyah mengemukakan alasan mengapa ada sekte Syi'ah yang disebut Rafidhah. Menurut ibn Taimiyyah, sejak Zaid tampil ke gelanggang politik, Syi'ah terpecah menjadi dua, yaitu golongan Rafidhah dan golongan Zaidiyyah. Ketika ditanya mengenai Abu Bakar dan 'Umar, Zaid menyatakan simpatinya kepada kedua sahabat itu. Zaid mendoakan keduanya. Sekelompok pengikutnya kemudian meninggalkan Zaid. Zaid berkata kepada mereka: "Apakah kalian menyempal dariku?" Sejak mereka menyempal dari Zaid itu, istilah Rafidhah muncul. Adapun kaum Syi'ah yang tetap setia kepada Zaid, mereka itu diberi nama Zaidiyah, artinya, yang memihak kepada Zaid.[1]
Ada yang mengatakan : mereka dinamakan rafidhah, karena mereka datang ke Zaid bin Ali bin Husein, lalu
mereka berkata : “Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakr dan Umar sehingga kami bisa bersamamu!”, lalu
beliau menjawab : “Mereka berdua (Abu Bakr dan Umar) adalah sahabat kakekku, bahkan aku setia kepada
mereka”. Mereka berkata : “Kalau begitu, kami menolakmu (rafadhnaak) maka dinamakanlah mereka
Raafidhah (yang menolak), dan orang yang membai’at dan sepakat dengan Zaid bin Ali bin Husein disebut Zaidiyah.[2]

Ibn Katsir menceritakan, pada suatu saat kaum Syi'ah berkumpul bersama Zaid. Mereka bertanya kepada Zaid: "Apa maksud perkataan anda, 'Allah memberi rahmat kepada anda pada (diri) Abu Bakar dan 'Umar?" Zaid menjawab: "Semoga Allah mengampuni Abu Bakar dan 'Umar. Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari keluargaku yang berlepas tangan dari mereka berdua. Aku tidak pernah mengatakan tentang mereka kecuali yang - baik-baik. Aku ingin mengajak anda kembali kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasul, menghidupkan sunnah Nabi dan menumpas bid'ah. Jika mau mendengarkan, kalian dan aku akan memperoleh kebaikan. Tetapi bila kalian membangkang, maka aku bukanlah penolong kalian.”

Mendengar nasihat itu, kontan orang-orang Syi'ah itu bubar meninggalkan Zaid. Mereka menarik kembali bai'at mereka. Sejak hari itu, mereka disebut kaum Rafidhah. Adapun orang-orang yang mendengarkan dan menerima nasihat Zaid, mereka disebut Zaidiyyah. Penduduk Kufah umumnya penganut paham Rafidhah, sedangkan warga Makkah umumnya pengikut madzhab Zaidiyah. Baiknya, kaum Zaidiyah tetap menghargai Abu Bakar dan 'Umar. Jeleknya, mereka lebih mengutamakan 'Ali daripada kedua sahabat tadi. Padahal 'Ali tidak lebih utama dari Abu Bakar dan 'Umar. Bahkan, mungkin tidak -lebih utama daripada 'Utsman, menurut paham Sunni yang benar dan sahih.[3]

Kehidupannya sering berpindah-pindah antara syam dan Irak. Pertama bertujuan mencari ilmu dan kedua mencari hak Ahlul bait dalam imamah. Zaid dikenal sebagai orang yang yang sangat bertaqwa, wara’, alim, mulia, ikhlas dan berani, selain rupanya tampana, gagah, takut kepada Allah dan aktif menekuni kitabullah dan sunnah Rasul-Nya.

Belajar ilmu dan riwayat dari kakak sulungnya, Muhammad baker yang dipandang sebagai salah seorang imam 12 menurut syi’ah imamiyah.

Abu Hanifah banyak berguru dan menimba ilmu yang banyak darinya, karya-karya Zaid yang terkenal antara lain Al Majmu’ Al Kabir, sebuah kitab yang berisi tentang kumpulan hadits dan fiqih, keduanya diriwayatkan oleh muridnya yang bernama  Abu Khalid Umar bin Kholid Al Wasithi Al Hasimi yang dikenal sangat setia kepadanya ia wafat pada abad ke-20.

Putranya yang beranama Yahya bin Zaid pernah bertempur bersama ayahnya, tapi ia sempat melarikan diri ke Kurosan dan dibunuh oleh umawiyah tahun 125 H.

Sepeninggal yahya, segala urusan diserahkan kepada Muhammad dan Ibrahim. Muhammad keluar dari Madinah dan dibunuh oleh Isa bin Mahan seorang pegawai dikota tersebut. Sedangkan Ibrahim keluar ke Bashrah dan ia terbunuh atas perintah Al MAnshur.

Ahmad bin Isa bin Zaid, cucu Zaid tinggal diirak dan belajar kepada murid-murid Abu Hanifah, Ia adalah orang yang terpengaruh oleh madzhab ini dan aktif mengembangkannya.


Kronologi Muculnya Aliran Syi’ah Zaidiyah



Kronologi muculnya aliran Syi’ah Zaidiyah, dimulai sejak peristiwa Karbala. Dengan meninggalnya Husain pada tanggal 10 Muharram 68 H (687 M), maka timbullah perpecahan. Mayoritas dari penganut Syi'ah, mengangkat ‘Ali Zain al-Abidin al-Sajjad (putera Husain) sebagai imam keempat. Sementara sebagian kecil dari mereka ada yang memilih Muhammad bin Hanafiah sebagai imam keempat. Kelompok terakhir ini disebut dengan Kaisaniyah.
Sepeninggal imam al-Sajjad (94 H), terjadi lagi perpecahan. Ada kelompok yang memilih Muhammad al-Baqir (putera al-Sajjad) sebagai imam kelima. Sementara itu ada pula kelompok yang memilih Zaid al-Syahid (putera al-Sajjad lainnya) sebagai imam kelima. Kelompok terakhir ini disebut dengan Syi’ah Zaidiyah, karena dinisbahkan kepada Zaid bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib. Ia dilahirkan pada tahun 80 H di Madinah dan wafat pada tahun 122 H.
Pada tahun 121 H (737 M), Zaid memberontak kepada khalifah Hisyam bin ‘Abd al-Malik (dari Dinasti Bani Umayyah), dan sekelompok masyarakat yang menyatakan bai’at kepadanya. Dalam pemberontakan tersebut, Zaid tewas di tangan pasukan khalifah.
Dalam perjalanan selanjutnya, Syi’ah Zaidiyah selalu mengalami tekanan dari pihak penguasa. Yahya bin Zaid yang diangkat sebagai imam keenam, memberontak kepada Khalifah Walid bin Yazid, yang pada akhirnya tewas. Setelah Yahya, Muhammad bin ‘Abd Allah dan Ibrahim bin ‘Abd Allah, mengangkat senjata melawan khalifah ‘Abbasiyyah, Manshur al-Dawaniqi, yang juga terbunuh.
Untuk beberapa waktu, Syi’ah Zaidiyah mengalami kegoncangan hingga munculnya Nazhir al-Urusy, salah seorang dari putra saudara Zaid di Khurasan. Oleh karena dikejar-kejar oleh penguasa, maka ia lari ke Mazandran (Tibristan) yang penduduknya belum bergama Islam. Setelah 13 tahun berdakwah, ia berhasil menarik sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam yang beraliran Syi‘ah Zaidiyah. Kemudian pada tahun 301 H (913 M), dengan dukungan pengikutnya, ia berhasil menaklukkan daerah Mazandaran dan mengangkat dirinya sebagai imam.
Menurut ‘Ali ‘Abd al-Wahid Wafi, Syi’ah Zaidiyah adalah mazhab terbesar di Yaman Utara. Imam yang diikutinya adalah Yahya Hamid al-Din, salah seorang khalifah yang diyakininya sebagai keturunan Zaid. Selanjutnya keimaman itu berpindah kepada puteranya Ahmad, kemudian kepada puteranya al-Badr. Sampai saat ini, mayoritas penduduk Yaman Utara adalah pengikut Syi’ah Zaidiyah, terutama dari golongan terkemuka.

Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Ali Musthafa al-Gurabi, Tarikh al-Firaq al-Islamiyyah wa Nasy’ah ‘ilm al-Kalam, (Kairo : Muhammad ‘Ali Sabih, tth.). Ali ‘Abd al-Wahid Wafi, Gurabat al-Islam dan Aimmah al-Arba’ah wa al-Mazahib al-Islamiyyah al-Ukhra al-Baqiyyah wa al-Manq­dat, diterjemahkan oleh Rifyal Ka’bah dengan judul “Perkembangan Mazhab dalam Islam”, (Jakarta : Minaret, 1987).


abdkadiralhamid@2013

Abdullah bin Saba' dan Revolusi Iran


Abdullah bin Saba' dan Revolusi Iran


Abdullah bin Saba' asalnya seorang Yahudi dari San'a (ibu kota Yaman), ibunya seorang wanita kulit hitam. Ia masuk Islam pada masa kekhalifahan Ustman radiyallahu ‘anhu.  Orang ini menaruh dendam terhadap Islam karena berhasil melenyapkan kekuasaan dan mengusir bangsa Yahudi dari Tanah Arab. Ia hidup berpindah-pindah tempat dari Hijaz, kemudian ke Basra, lalu ke Kufah, lalu ke Syam. Di setiap tempat yang ia kunjungi ia selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Namun karena tidak mendapat tanggapan dari kaum muslimin disana. Lalu ia pergi ke Mesir. Disana beliau banyak mendapatkan pengikut dan mengajarkan ajaran “inkarnasi”beliau mengatakan kepada masyarakat; ” Saya sungguh heran dengan orang yang mengatakan bahwa kelak Isa akan kembali lagi, sedang mereka tidak percaya akan kembalinya Ali dikemudian hari.... Ali lah yang lebih patut untuk kembali ke dunia ini dari pada Isa...”

Pengikut-pengikut Abdullah bin Saba' mengatakan bahwa inkarnasinya Ali adalah bagian dari ketuhanan Ali radiyallahu ‘anhu. Mereka percaya bahwa Ali radiyallahu ‘anhu tidak mati karena mengandung ketuhanan. Ali radiyallahu ‘anhu lah yang membawa awan, petir adalah suara Ali radiyallahu ‘anhu, dan kilat adalah alamatnya...

Adullah bin Saba' juga menyiarkan fitnah bahwa ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meninggal, para shahabat kembali menjadi kafir kecuali tiga orang, kaum muslimin sepakat untuk menyingkirkan Ali radiyallahu ‘anhu dengan mengangkat Abu Bakar, kemudian Umar, Kemudian Ustman sebagai khalifah. Dia menuduh para shahabat telah merebut kekuasaan dari tangan Ali radiyallahu ‘anhu dan anak-anaknya.

BAGAIMANAKAH SIKAP ALI TERHADAP PENGIKUT SABA'IYAH INI

Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu ketika mendengar perkataan Abdullah bin Saba' ini tentang dirinya sangat marah, lalu ia memanggil Abdullah bin Saba'. Abdullah bin Saba' mengaku dengan mengatakan; ”Benar, engkau adalah Allah.” Amirul Mukminin berkata, “Kamu sudah dikuasai syetan. Tinggalkanlah ajaranmu dan bertaubatlah wahai orang yang celaka.”

Setelah itu Ali radiyallahu ‘anhu memerintahkan agar Abdullah bin Saba' untuk dibakar, namun kaum Rafidhah (Syi'ah) bersatu dalam menolak keputusan Ali dan mengatakan agar Abdullah bin Saba' dibuang saja. Karena suhu politik pada masa itu masih kacau, Abdullah bin Saba' diasingkan ke Mada'in dan diperintahkan untuk tidak menyiarkan ajarannya. Setelah itu Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu mengambil tindakan keras terhadap orang yang masih menyiarkan ajaran Saba'iyah ini. Sebagian dari mereka ada yang diusir, sebagian lagi ada yang dibunuh dengan pedang atau dengan dibakar hidup-hidup.

Dihadapan pengikutnya Amirul Mukminin Ali radiyallahu ‘anhu menerangkan bahwa ia hanyalah seorang hamba Allah yang taat kepada Tuhannya.

Maka barangsiapa yang diketahui mereka adalah pengikut Saba'iyah maka mereka akan dijatuhi dengan hukuman bakar.  Dalam khotbahnya Imam Ali berkata, “Mengapa ada orang-orang yang memperkatakan terhadap dua orang pemuka Quraisy dan bapak kaum Muslimin, hal-hal yang saya sendiri jauh dari pandangan serta berlepas diri dari

apa yang mereka katakan, dan aku akan menghukum orang yang memperkatakannya. Demi Allah yang menumbuhkan biji dan menciptakan jiwa, tidak mencintai mereka kecuali orang mukmin yang takwa, dan tidak membenci mereka kecuali orang durhaka dan rendah moral ...”

Berhubung dengan sikap Ali radiyallahu ‘anhu yang keras terhadapgolongan Saba'iyah ini, maka para pengikut Saba'iyah terpaksa menyembunyikan keyakinan mereka, dan mulailah mereka menyiarkan ajaran mereka dengan cara sembunyi-sembunyi dengan memakai kedok “At-Taqiyah”

Namun setelah Ali radiyallahu ‘anhu terbunuh oleh Abdurrahman Al Muljam, maka Abdullah bin saba' keluar dari Madain dan mulai menyebarkan ajarannya bahkan mereka menambah kesesatannya dengan mengatakan bahwa Ali tidak mati dan tidak dibunuh. Ia tidak akan mati sehingga ia menggiring bangsa Arab dengan tongkatnya dan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezaliman.”

Syi’ah Sekarang

Revolusi Iran adalah revolusi Syi'ah. Dan kefanatikan kepada Imam mereka tidak dapat dilukiskan, mereka telah menuliskannya dalam buku-buku mereka dan menyiarkannya ke seluruh dunia tanpa tedeng aling. Khomeini mengatakan ke seluruh dunia bahwa imam-imam Syi'ah adalah sederajat dengan Allah yang Maha Pencipta. Dalam bukunya “Al-Hukumah Islamiyah”, ia menulis: Ajaran-ajaran Imam Itu seperti ajaran Al-Qur'an, harus kita ikuti dan kita jalankan... Imam itu mempunyai derajat yang tinggi, kedudukan yang terpuji, kekuasaan alamiyah yang kepadanya semua atom dunia ini tunduk... Imam-imam Syi'ah adalah tuhan-tuhan yang memiliki sifat-sifat Tuhan, yang tidak ngantuk dan tidak tidur”

Lebih dari seribu ulama telah menjatuhkan hukuman murtad dan kafir kepada kepada Khomaini ini pada Muktamar Islam ke Tiga yang diadakan oleh Rabithah Alam Islami di Mekkah Tanggal 18–22 Safar 1408 H. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga sependapat dengan Ijma' tersebut, karena Khomeini telah menentang nash-nash Al-Qur'an yang jelas.

Revolusi Iran=========
Revolusi Iran telah menyilaukan banyak kaum muslimin di dunia. Sebab banyak  generasi Islam yang tidak memahami inti dan tujuan dari revolusi ini. Agama Syi’ah adalah satu-satunya agama di dunia yang mewajibkan pengikutnya agar merahasiakan keyakinan mereka, mengikuti para Imam Syi’ah, dan menasehatkan agar inti ajaran ini disembunyikan.

 Telah banyak diantara kita yang tertipu, ketika melihat mereka shalat, mengucapkan dua kalimat syahadat, melawan Amerika, dan lain-lain. Tanpa pernah meneliti sumber-sumber ajaran mereka. Disaat kaum muslimin memberikan simpati kepada Syi’ah ini. Di negeri mereka (Iran dan Irak) para ulama mereka menfatwakan kewajiban untuk membunuh kaum muslimin ahlus sunnah.


 Disaat kaum muslimin mendemo Amerika untuk mendukung Iran, wanita Muslimah di Irak mereka bunuh di tengah perkampungan, dan mesjid kaum sunni mereka robohkan.  Inikah balasan dari simpati yang kita berikan, kaum seperti inikah yang akan kita jadikan saudara? Dan agama seperti inikah yang akan kita bela? Seperti apakah agama ini sebenarnya? Insya Allah kami akan membagi tulisan ini dalam dua kali terbit.


 Yang pertama adalah sejarah awal berdirinya agama Syi’ah dan yang kedua adalah prinsip-prinsip dasar yang membedakan antara ahlisunnah dan Syi’ah.


 Semenjak hari pertama Rasulullah berdakwah kepada Allah, kaum musyrikin menentang agama Islam memfitnah dan membunuh para pengikutnya. Permusuhan ini telah berlangsung dan akan berlangsung sepanjang sejarah, sampai hari kiamat.


 Sebagaimana firman Allah Ta’ala:


 “Mereka akan tetap memerangi kamu, sehingga mereka menarik kembali kamu dari agama kamu, seandainya mereka dapat melakukan.” (Qs. Al-Baqarah 2: 217)


Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam meninggal, agama Islam telah tersebar luas di semenanjung Arab. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar radiyallahu ‘anhum, berkali-kali terjadi perluasan daerah. Dan umat Islam dapat mengalahkan dua negara adikuasa pada saat itu yaitu kerajaan Persia dan Romawi.  Masih pada jaman pemerintahan Umar bin Khatab, satu demi satu benteng-benteng di Persia jatuh. Dimulai dari “Hurmuzan” (salah seorang pembesar Persia) yang pura-pura masuk Islam setelah kekalahan Persia, lalu diikuti oleh orang-orang Iran lainnya. Mereka pura-pura masuk Islam tetapi menyimpan tipu daya dan rencana jahat mereka. Tindakan balas dendam pertama mereka adalah membunuh Umar bin Khatab radiyallahu ‘anhu. Mengapa? Karena Umar radiyallahu ‘anhu lah khalifah yang pertama kali mematikan api agama Majusi, menghapus agama mereka dan menghilangkan kebanggaan mereka. Tentu saja bersama Orang Persia Ikut pula orang-

orang Yahudi dan Nasrani karena Umar radiyallahu ‘anhu lah manusia yang telah mengusir oang Yahudi terakhir dari Arabia dan ia pula yang telah membebaskan negeri Syria dari kezaliman orang-orang Romawi yang Nashrani.

Dan pada hari Umar radiyallahu ‘anhu terbunuh, Abdurrahman bin Abu Bakar melihat Abu Lu’lu’ah, Hurmuzan dan Jufainah saling berbisik-bisik. Ketika mereka melihat Abdurrahman, jatuhlah sebilah senjata tajam bermata dua dari balik jubah salah seorang mereka. Dan telah tertulis dalam sejarah kalau yang membunuh Umar adalah Abu Lu’lu'ah.

Rasa permusuhan orang Iran kepada Umar radiyallahu ‘anhu tetap hidup walaupun beliau sudah meninggal, mereka menjadikan cacian dan makian terhadap Umar radiyallahu ‘anhu  sebagai ibadah terbesar kepada Allah, bahkan menganggap hari terbunuhnya Umar sebagai hari raya, hari kebanggaan, hari penghormatan, hari zakat. Bahkan mereka memanggil pembunuh Umar radiyallahu ‘anhu dengan panggilan Baba Syuja'uddin (Bapak Pembela Agama).

Dan ketika umat Islam menaklukkan Iran, mereka mengawinkan Husein bin Ali dengan putri raja Iran yang bernama Jazdajrij yang datang bersama tawanan-tawanan. Perkawinan tersebut menjadi sebab mengapa orang Iran bersikap fanatik terhadap Husein, tetapi tidak terhadap Hasan, yakni karena anak Husein dari Syahbanu berdarah Iran dari dinasti Sasanid yang dianggap keramat oleh mereka.

Ketika terjadinya kesalah pahaman antara Ali dan Muawiyah radiyallahu ‘anhum, orang-orang Yahudi dan Majusi memakai kesempatan tersebut untuk memecah belah umat I slam dan menimbulkan permusuhan di antara mereka. Dengan memakai intrik kotor ala Yahudi seperti yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba'.

abdkadiralhamid@2013

Friday, May 17, 2013

WAHHABI VS SYIAH

WAHHABI  VS  SYIAH

 

Luthfi Bashori

Dua kelompok Wahhabi dan Syiah, keberadaannya saat ini di dunia masih minoritas, namun bukan berarti tidak berpengaruh. Kedua kelompok ini sangat agresif dalam merekrut anggota dan simpatisan dari umat Islam, sekalipun dengan segala macam cara tanpa harus melalui etika apapun.

Mau jujur, mau dusta, mau menipu, mau plagiat, mau money politics, bahkan mereka menghalalkan segala cara demi menempuh ambisinya menguasai seluruh umat Islam dunia. Dalam melancarkan misi, mereka tidak mengenal hukum, mau halal atau haram, mau sopan atau biadab, mau legal atau ilegal, maka metode apapun yang mereka lakukan dianggap sah-sah saja dan tidak menjadi masalah, yang penting dapat menambah anggota dan simpatisan sebanyak-banyaknya.

Kini, baik Wahhabi maupun Syiah, keduanya tengah gencar memposisikan diri untuk saling berhadap-hadapan, saling beradu dan saling berlawanan (musuh abadi) antar mereka berdua di hadapan public, dengan slogan-slogan kebohongan seakan-akan ingin menyelamatkan umat Islam dari kesalahan beragama menurut versi mereka. Khususnya dalam upaya mengembangkan propaganda ajaran-ajaran sesatnya, hingga tak jarang di antara keduanya terjadi adu argumen, saling mencaci, saling mengkafirkan, bahkan gesekan fisik hingga upaya pembunuhan dan pengeboman pun terjadi di antara mereka.

Untuk sekedar diingat, konon di era tahun ’80-an, terjadi pengeboman di dalam bis Pemudi serta candi Borobudur yang dilakukan oleh kelompok Syiah. Sedangkan menurut berita, meletusnya bom akhir-akhir ini di beberapa tempat,  banyak dilakukan oleh kelompok Wahhabi ekstrimis.

Di luar negeri, antara kelompok Wahhabi versus kelompok Syiah seringkali saling menfitnah, membunuh, mengebom dan segala macam bentuk perselisihan di antara mereka. Jadi bukan sekedar perang ideologi saja yang mereka lancarkan, namun perang fisik pun sudah mereka kumandangkan dalam membangkitkan nafsu angkara, dalam rangka yufsiduuna fir ardli fasaadan (melakukan kerusakan  di muka bumi).

Kekejaman dua kelompok ini sering berimbas terhadap siapa saja yang dianggap sebagai lawannya atau penghalang, khususnya warga Ahlus Sunnah wal Jamaah. Terutama di saat kedua kelompok ini sudah dapat menguasai sebuah wilayah yang mereka anggap strategis untuk menyebarkan kesesatan-kesesatan ajarannya.

Adapun dalam adu propaganda dan perebutan simpati dari masyarakat, banyak trik-trik khusus yang mereka lakukan, antara lain dengan cara membagi-bagikan buku serta mengadakan cerama-ceramah agama yang sifatnya dingin, bahkan terasa kondusif untuk segala lapisan, agar mendapat simpatik dari masyarakat.

Namun di balik itu semua, mereka mempunyai misi-misi tertentu yang sesungguhnya sangat kejam dan mengkhawatirkan. Pembunuhan karakter pun sudah mereka lakukan yang tanpa disadari oleh kalangan awam. Ironisnya yang dijadikan sasaran tembak dalam mengusung misi utama kelompok Wahhabi dan Syiah adalah warga Ahlus Sunnah wal Jamaah, khususnya dari kalangan awam agama.

Kedua kelompok ini sama-sama berani memberikan iming-iming dana yang menggiurkan, iming-iming berbagai fasilitas, bea siswa bagi para pelajar, hingga iming-iming kedudukan yang strategis bagi siapa saja yang pro terhadap program-programnya, tentunya di samping iming-iming kemurnian aqidah dan jaminan-jaminan masuk sorga.

Wahhabi adalah kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab dari bangsa Najed Saudi Arabiah, seperti Bin Baz, Bin Shaleh, Utsaimin, Bin Mani`, Shaleh Fauzan dan sebagainya. Umumnya mereka selalu mengklaim diri sebagai golongan Salafi (penerus ulama Salaf), sekalipun ajaran mereka sangat berlawanan dengan pemahaman para Salaf Ahlus Sunnah wal Jamaah itu sendiri.

Sedangkan Syiah (dalam hal ini Syiah Imamiyah yang masuk Indonesia) adalah kelompok yang berafiliasi pemahamannya kepada tokoh-tokoh Persi Iran terutama tokoh spiritualnya adalah Khomeini. Mereka selalu mengklaim diri sebagai madzhab Ahlul Bait, sekalipun ajaran-ajarannya sangat bertentangan dengan ajaran ulama Salaf khususnya dari kalangan Ahlul Bait-nya Nabi SAW itu sendiri.

Ironisnya, masyarakat awam seringkali tidak menyadari, bahkan program utama kelompok Wahhabi dan Syiah, adalah bagaimanapun caranya agar kedua kelompok ini dapat mengeluarkan umat Islam Indonesia dari ajaran Islam yang masih asli dan murni sebagai madzhab yang dianut oleh warga Indonesia, yaitu madzhab Sunni Syafi`i, aqidah warisan yang diajarkan oleh para Walisongo sebagai penyebar agama Islam pertama kali kepada nenek moyang bangsa Indonesia.

Ajaran para Walisongo ini sudah teruji ketegarannya, sejak masa pra penjajahan Belanda dan Jepang hingga masa kemerdekaan Republik Indonesia, yang mana mayoritas masyarakat Indonesia masih berpegang teguh dengan ilmu-ilmu keislaman yang diajarkan oleh para Walisongo, bahkan hingga saat ini pun jika dihitung-hitung jumlah penghuni planet bumi yang beragama Islam terbesar, adalah kaum muslimin bangsa Indonesia yang masih istiqamah melestarikan ajaran para Walisongo.

Yang jelas agama Islam yang dianut mayoritas bangsa Indonesia adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan mengikuti fiqih madzhab Syafi`i, bukan ajaran Wahhabi dan bukan ajaran Syiah, alias bukan ajaran kedua pendatang baru itu. Karena itu ajaran kedua kelompok sesat ini tidak cocok dan sangat berseberangan dengan norma-norma kesopanan bangsa Indonesia yang terkenal dengan adat ketimurannya.

Salah satu ajaran Wahhabi, adalah sangat gemar mengkafirkan dan menuduh syirik terhadap orang-orang yang ahli ziarah ke makam kuburan kerabatnya maupun makam kuburan orang-orang shalih, padahal amalan ini termasuk ajaran dasar dari para Walisongo yang sudah mentradisi dan mendarah daging bagi bangsa Indonesia, khususnya di saat datang Hari Raya Idul Fitri, karena ajaran ziarah ke makam kuburan itu hakikatnya berdasarkan perintah Nabi SAW: Dulu aku pernah melarang kalian berziarah makam kuburan, maka berziaralah sekarang ke makam kuburan karena dapat mengingatkan akhirat kalian. (HR. Muslim).

Salah satu ajaran Syiah Iran, adalah sangat gemar mencaci-maki dan mengkafirkan para shahabat Nabi SAW serta mengkafirkan istri-istri Nabi SAW khususnya Sayyidatina `Aisyah RA, serta mengkafirkan para ulama Salaf  Ahlussunnah wal Jamaah. Padahal, istri-istri dan para shahabat Nabi SAW serta para ulama itu termasuk para panutan dan idola kaum muslimin bangsa Indonesia yang sangat dihormati dan dimuliakan.

Keberpihakan umat Islam Indonesia ini terbukti banyaknya nama umat Islam Indonesia yang sengaja diadopsi dari nama-nama para istri maupun para shahabat Nabi SAW serta nama-nama para ulam Salaf, tentunya sebagai bentuk tabarrukan, serta bukti cinta umat kepada para istri Nabi SAW dan para shahabat serta para ulama Salaf Ahlus sunnah wal Jamaah, dan hal semacam ini sudah mendarah daging bagi bangsa Indonesia.

Karena itu, ajaran kedua kelompok minoritas baik Wahhabi maupun Syiah besutan tokoh-tokoh Najed Saudi Arabiah dan besutan tokoh-tokoh Persi Iran ini sangat tidak cocok dengan kultur bangsa Indonesia. Maka umat Islam Indonesia harus berani mengusir para missionaris dari kedua kelompok Wahhabi dan Syiah ini dari daerah-daerah yang dijadikan sasaran tembak dalam propaganda ajaran sesat mereka.

Sebagian ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah mengistilahkan, bahwa Wahhabi dan Syiah ibarat: Ba`ratun tuqsamu qismain (ibarat kotoran sapi dibelah dua), yaitu sama-sama kotornya.

Bukti keserupaan dan kesamaan antara ajaran Wahhabi dan Syiah adalah dalam masalah Tajsim. Arti Tajsim yaitu adanya penisbatan jasmani kepada Dzat Allah, alias Allah itu diyakini memiliki bentuk tubuh selayaknya manusia (makhluk).

Menurut Wahhabi, Allah itu bertempat di langit, Allah juga naik turun di langit dengan kaki-Nya dari satu tingkat ke tingkat lainnya, seperti layaknya manusia bertempat di bumi dan dapat naik turun dari tempat ketinggian ke tempat yang lebih rendah, semisal naik turun di tangga dengan menggunakan kakinya. Dalam keyakinan Wahhabi, bahwa Allah itu memiliki mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh seperti anggota tubuh manusia.

Seorang tokoh Wahhabi Mujassimah (penisbat jasmani kepada Dzat Allah) bernama Addarimi Alwahhabi, (ket: Addarimi Alwahhabi bukanlah Imam Addarimi ahli hadits), dia mengatakan:

1. Para musuh kita (yaitu Ahlussunnah wal Jamaah) berkeyakinan, bahwa Allah itu tidak memiliki bentuk, tidak memiliki sisi penghabisan dan batasan. (Kitab Annaqdl, 23). Pernyataan ini memberi arti jika Addarimi itu meyakini, bahwa Allah itu memiliki bentuk tubuh seperti layaknya makhluk, dengan memiliki batasan berapa tingginya, gemuk dan kurusnya, seperti pernyataannya sbb:

2. Sesungguhnya Allah benar-benar duduk di atas kursi, dan tidak tersisi (kosong) dari kursinya itu kecuali seukuran empat jari saja. (Kitab Annaqdl, 74).

3. Allah berada jauh dari makhluk-Nya. Dia berada di atas Arsy, dengan jarak antara Arsy tersebut dengan langit yang tujuh lapis, seperti jarak Dia sendiri dengan para makhluk-Nya yang berada di bumi. (Kitab Annaqdl, 79).

4. Jika Allah tidak memiliki dua tangan seperti yang engkau yakini, padahal dengan kedua tangan-Nya, Dia telah menciptakan Adam dengan jalan menyentuhnya, maka berarti tidak boleh dikatakan bagi Allah, biyadikal khair (pada tangan-Mu seluruh kebaikan). (Kitab Annaqdl, 29).

Dengan asumsi Wahhabi ini, maka dalam memahami ayat “Kullu syai-in haalikun illa wajhahu”, yang selama ini menurut pemahaman umat Islam adalah: “Segala sesuatu itu akan rusak (di hari Kiamat) kecuali Dzat Allah”, sedangkan menurut pemahaman Wahhabi akan terjerumus pada kesesatan arti: Segala sesuatu itu akan rusak kecuali wajah-Nya (Allah) saja.

Lantas bagaimana dengan mata Allah, tangan Allah, kaki Allah dan seluruh anggota tubuh Allah selain wajah-Nya, apakah semua itu akan rusak? Di sinilah bukti kesesatan pemahaman Tajsimnya kaum Wahhabi yang bertentangan dengan aqidah umat Islam.

Sedangkan ajaran Syiah Indonesia pun meyakini Tajsim pada Dzat Allah, sebagaimana yang tertera pada buku KECUALI ALI, karangan Abbas Rais Kermani yang diterbitkan oleh Penerbit Alhuda Jakarta, pada halaman 22, saat Syiah mengklaim pembicaraan Imam Ja’far Shadiq, tatkala ditanya tentang arti ayat “Kullu syai-in haalikun illa wajhahu”, maka Imam Ja’far Shadiq menjawab: Segala sesuatu itu akan rusak kecuali WAJAH Allah, dan Wajah Allah itu adalah Ali bin Abi Thalib.

Nama buku ini diambil dari satu ayat Alquran, Kullu syai-in haalikun illaa wajhah, yang telah dirubah oleh kaum syiah menjadi: Kullu syai-in haalikun illaa Ali (Segala sesualtu itu akan rusak Kecuali Ali), lantas dipotong menjadi: KECUALI ALI, lantas dijadikan nama untuk buku karangan tokoh Syiah Imamiyah, Abbas Rais Kermani.

Jadi menurut keyakinan Syiah, bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Dzat Allah dalam bentuk manusia. Di sinilah letak kesamaan antara aqidah Syiah dengan aqidah Wahhabi. Maka tidak salah jika dikatakan, antara Wahhabi dan Syiah itu ibarat kotoran sapi dibelah dua.

Bahkan aqidah Syiah ini juga sama dengan keyakinan kaum Nasrani yang mengatakan: Yesus adalah Tuhan dan Tuhan adalah Yesus. Kaum Syiah mengatakan : Ali adalah Allah dan Allah adalah Ali.

Tentu saja hakikat Imam Ja’far Shadiq sebagai Ahlul Bait Nabi SAW, seorang alim, suci nan bersih dari kesyirikan, tidak akan mengatakan keyakinan semacam itu. Maka hanya pengklaiman sesat para pengikut Syiah Indonesia saja yang menisbatkan keyakinan Tajsim terhadap Dzat Allah itu kepada Imam Ja’far Shadiq.

WASPADALAH !!!


abdkadiralhamid@2013

Nama Tokoh Ulama Wahabi Salafi

Nama Tokoh Ulama Wahabi Salafi


Daftar nama ulama Wahabi Salafi, kitab buku dan situs/blog-nya. Secara umum, tokoh utama ulama Wahabi/Salafi adalah ulama yang berdomisili di Arab Saudi dan menduduki posisi jabatan resmi tertentu di Kerajaan atau di universitas-universitas Arab Saudi seperti Ummul Qura, Universitas Islam Madinah, Universitas Ibnu Saud, dll.

Santri dan ulama Indonesia perlu mengetahui ini agar tidak salah dalam mengutip pendapat mereka baik yang berbahasa Arab atau Indonesia. Karena, banyak buku-buku mereka yang diterbitkan dan diterjemahkan di Indonesia.

CIRI KHAS ULAMA DAN ULAMA WAHABI


1. Kata kunci dan tema sentral dari fatwa para ulama Wahabi Salafi berkisar pada (a) bid'ah; (b) syirik; (c) kufur; (d) syiah rafidlah kepada kelompok Islam atau muslim lain yang tidak searah dengan mereka. Kita akan sering menemukan salah satu dari 4 kata itu dalam setiap fatwa mereka.


2. Dalam memberi fatwa, tokoh utama ulama Wahabi Salafi akan langsung berijtihad sendiri dengan mengutip ayat dan hadits yang mendukung. Atau, kalau mengutip fatwa ulama, mereka akan cenderung mengutip fatwa dari Ibnu Taimiyah atau Ibnul Qayyim. Selanjutnya, mereka akan membuat fatwa sendiri yang kemudian akan menjadi dalil para pengikut Wahabi. Dengan kata lain, pengikut Wahabi hanya mau bertaklid buta pada ulama Wahabi.


3. Tokoh atau ulama Wahabi Salafi level kedua ke bawah akan cenderung menjadikan fatwa tokoh Salafi level pertama sebagai salah satu rujukan utama. Atau kalau tidak, akan memberi fatwa yang segaris dengan ulama Wahabi level pertama.


4. Kalangan ulama atau tokoh Wahabi Salafi tidak suka atau sangat jarang mengutip pendapat ulama salaf seperti ulama madzhab yang empat dan yang lain kecuali madzhab Hanbali yang merupakan tempat rujukan asal mereka dalam bidang fiqih walaupun tidak mereka akui secara jelas. Hanya pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim yang sering dikutip untuk pendapat ulama di atasnya Muhammad ibnu Abdil Wahhab terutama dalam bidang yang menyangkut aqidah.


5. Di mata ulama Wahabi, perayaan keislaman yang boleh dilakukan hanyalah hari raya idul fitri dan idul adha. Sedangkan perayaan yang lain seperti maulid Nabi Muhammad, peringatan Isra' Mi'raj dan perayaan tahun baru Islam dianggap haram dan bid'ah.


6. Gerakan-gerakan atau organisasi Islam yang di luar Wahabi Salafi atau yang tidak segaris dengan manhaj (aturan standar ideologi) Wahabi akan mendapat label syirik, kufur atau bid'ah.


7. Semua lulusan universitas Arab Saudi dan afiliasinya adalah kader Wahabi Salafi. Sampai terbukti sebaliknya.


8. Pengikut/aktivis Wahabi Salafi tidak mau taklid (mengikuti pendapat) ulama salaf (klasik) dan khalaf (kontemporer), tapi dengan senang hati taklid kepada pendapat dan fatwa ulama-ulama Wahabi Salafi atau fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta' (اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد) dan lembaga serta ulama-ulama yang menjadi anggota Hai'ah Kibaril Ulama (هيئة كبار العلماء) yang nama lengkapnya adalah Ar-Riasah al-Ammah lil Buhuts wal Ifta' (الرئاسة العامة للبحوث العلمية والإفتاء).


9. Pengikut/aktivis sangat menghormati ulama-ulama mereka dan selalu menyebut para ulama Wahabi dengan awalan Syekh dan kadang diakhiri dengan rahimahu-Llah atau hafidzahulLah. Seperti, Syeikh Utsaimn, Syeikh Bin Baz, dll. Tapi, menyebut ulama-ulama lain cukup dengan memanggil namanya saja.


10. Ulama Wahabi Salafi utama (kecuali Nashiruddin Albani yang asli Albania) mayoritas berasal dari Arab Saudi dan bertempat tinggal di Arab Saudi. Oleh karena itu, mereka umumnya memakai baju tradisional khas Arab Saudi yaitu (a) gamis/jubah warna putih (b) surban merah (c) surban putih (d) maslah yaitu jubah luar tanpa kancing warna hitam atau coklat yang biasa dipakai raja. Lihat baju luar yang dipakai Abdul Wahab dan Al-Utsaimin.


Oleh karena itu, saat kita membaca buku, kitab atau browsing di internet, tidak sulit menengarai pada fatwa ulama non-Wahabi, mana fatwa yang berasal dari Wahabi Salafi dan mana tulisan sebuah website atau blog yang penulisnya adalah pengikut Wahabi.


Sayangnya, tidak sedikit dari kalangan awam yang terkadang tidak sadar bahwa fatwa agama dalam buku atau situs internet yang mereka baca berasal dari fatwa Wahabi Salafi. Semoga dengan informasi ini, para pencari informasi keagamaan akan semakin tercerahkan.


Intinya, cara termudah mengetahui apakah seorang ulama, ustadz atau tokoh agama atau orang awam biasa itu berfaham Wahabi Salafi adalah dari (a) latar belakang pendidikannya; (b) buku atau kitab yang dikutip; dan (c) cara memanggil ulama Wahabi dan ulama non-Wahabi (lihat poin 9).



TOKOH UTAMA ULAMA WAHABI


Daftar nama tokoh ulama Wahabi level pertama. Ulama atau tokoh Wahabi level kedua dan seterusnya akan mengutip pendapat tokoh level I ini sebagai rujukan pendapat mereka.


1. Muhammad bin Abdul Wahhab (1115 H - 1206 H/1701 - 1793 M)







Jabatan penting di Kerajaan Arab SAudi:

- Pendiri dan pelopor gerakan Wahabi/Salafi.

- Mufti Kerajaan Arab Saudi.


Kitab karya Muhammad bin Abdul Wahab


1. رسائل العقيدة

2. كتاب الكبائر

3. مختصر الإنصاف والشرح الكبير

4. أربع قواعد تدور الأحكام عليها ويليها نبذة في اتباع النصوص مع احترام العلماء

5. مبحث الإجتهاد والخلاف

6. كتاب الطهارة

7. شروط الصلاة وأركانها وواجباتها

8. كتاب آداب المشي إلى الصلاة

9. أحكام تمني الموت

10. مختصر سيرة الرسول صلى الله عليه وسلم

11. فتاوى ومسائل

12. تفسير آيات من القرآن الكريم

13. كتاب فضائل القرآن

14. مختصر زاد المعاد

15. الرسائل الشخصية

16. مختصر تفسير سورة الأنفال

17. بعض فوائد صلح الحديبية

18. رسالة في الرد على الرافضة

19. الخطب المنبرية

20. قسم الحديث

21. المسائل التي لخصها محمد بن عبد الوهاب من كلام شيخ الإسلام ابن تيمية


2. Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (1330 H - 1420 H / 1910 M - 1999 M)



Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:

- Qadhi (Hakim) di daerah al-Kharaj semenjak tahun 1357-1371 H,

- Tahun 1390 H - 1395 H Rektor Universitas Islam Madinah.

- tahun 1414 H Mufti Umum Kerajaan.


Kitab atau buku karya tulis bin Baz


1. الأدلة ال؃اشفة لأخطاء بعض الكتاب

2. الأدلة النقلية والحسية على إمكان الصعود إلى الكواكب وعلى جريان الشمس وسكون الأرض

3. إقامة البراهين على حكم من استغاث بغير الله أو صدق الكهنة والعرافين

4. الإمام محمد بن عبد الوهاب: دعوته وسيرته

5. بيان معنى كلمة لا إله إلا الله

6. التحقيق والإيضاح لكثير من مسائل الحج والعمرة والزيارة على ضوء الكتاب والسنة

7. تنبيهات هامة على ما كتبه محمد علي الصابوني في صفات الله عز وجل

8. العقيدة الصحيحة وما يضادها

9. الدعوة إلى الله

10. تنبيه هام على كذب الوصية المنسوبة إلى الشيخ أحمد

11. وجوب العمل بالسنة وكفر من أنكرها

12. الدعوة إلى الله سبحانه وأخلاق الدعاة


3. Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (1347 H - 1421 H)



Al Utsaimin adalah pakar fiqih-nya kalangan Wahabi Salafi. Banyak persoalan hukum baru yang difatwakan olehnya. Seperti haramnya mengucapkan selamat natal, dan lain-lain.


Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:

- Imam masjid jami’ al Kabir Unaizaih

- Mengajar di perpustakaan nasional Unaizah

- Dosen fakultas syariah dan fakultas ushuluddin cabang Universitas Islam Imam Muhammad bin saud di Qasim,


Kitab atau buku karya tulis Al-Utsaimin


1. أصول في التفسير

2. شرح مقدمة التفسير

3. تفسير القرآن الكريم

4. مجموع الفتاوى

5. الشرح الممتع

6. القول المفيد في شرح كتاب التوحيد

7. الإبداع في كمال الشرع وخطر الابتداع

8. رسالة الحجاب

9. زاد الداعية إلى الله

10. شرح الأصول الستة

11. شرح العقيدة الواسطية (شرح مطول)

12. الضياء اللامع من الخطب الجوامع

13. عقيدة أهل السنة والجماعة

14. فتح رب البرية بت؄خيص الحموية

15. من مشكلات الشباب

16. المنتقى من فرائد الفوائد17

17. منظومة في أصول الفقه وقواعده

18. المنهج لمريد العمرة والحج

19. سؤال وجواب من برنامج نور على الدرب

20. شرح أصول الإيمان

21. مجموعة أسئلة في بيع وشراء الذهب



4. Muhammad Nashiruddin Al-Albani (1333 H - 1420 H/1914 M - 1999 M)



Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:

- Tahun 1381 - 1383 H: Dosen Hadits Universitas Islam Madinah


Kitab atau buku karya tulis Al-Albani


1. سلسلة الأحاديث الصحيحة

2. سلسلة الأحاديث الضعيفة

3. صحيح الترغيب والترهيب

4. ضعيف الترغيب والترهيب

5. صحيح وضعيف الأدب المفرد

6. ظلال الجنه في تخريج السنة

7. سنن أبي داود

8. جامع الترمذي

9. ضعيف سنن الترمذي

10. صحيح سنن ابن ماجة

11. ضعيف سنن ابن ماجة



5. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan (1345 H - )




Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi:

- Dosen Institut Pendidikan Riyad

- Dosen Fakultas Syari'ah, Fakultas Ushulud Dien, Mahkamah Syariah

- Anggota Lajnah Daimah lil Buhuts wal Ifta' (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa).

- Anggota Haiah Kibaril Ulama' dan Komite Fiqh Rabithah Alam Islamiy di Mekkah

- Anggota Komite Pengawas Du'at Haji

- Ketua Lajnah Daimah lil buhuts wal ifta'.

- Imam, Khatib dan Pengajar di Masjid Pangeran Mut'ib bin Abdil Aziz di Al Malzar.


Kitab atau buku karya tulis Al-Fauzan


1. المنتقى من فتاوى الفوزان

2. شرح لمعة الإعتقاد الهادي إلى سبيل الرشاد

موفق الدين عبد الله بن قدامة

3. الملخص في شرح كتاب التوحيد

4. التعليق المختصر على القصيدة النونية

الإمام ابن قيم الجوزية


6. Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin (عبد الله بن عبد الرحمن بن جبرين) 1933 -2009 M / 1353 - 1430 H.




Jabatan penting di Kerajaan Arab Saudi


- Asisten Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

- Anggota tetap majlis riset dan fatwa Arab Saudi

- Dosen syariah dan ushuluddin di Arab Saudi


Kitab atau buku karya tulis Ibnu Jibrin


1. شرح أصول السنة لإمام أهل السنة أبي عبد الله أحمد بن محمد بن حنبل رحمه الله تعالى

2. فضل الصحابة وذم من عاداهم

3. الإرشاد شرح لمعة الاعتقاد الهادي إلى سبيل الرشاد

4. الكنز الثمين

5. أخبار الآحاد

6. الثمرات الجنية شرح المنظومة البيقونية

7. حوار رمضاني

8. سبعون مخالفة تقع فيها النساء

9. فوائد من شرح منار السبيل

10. إبهاج المؤمنين بشرح منهج السالكين وتوضيح الفقه في الدين



NAMA ANGGOTA KIBAR AL-ULAMA LIL-BUHUTS WAL-IFTA' ARAB SAUDI


Lembaga pemberi fatwa resmi Arab Saudi bernama Hai'ah Kibar-ul Ulama (lengkapnya, الرئاسة العامة للبحوث العلمية والإفتاء) yang anggotanya terdiri dari ulama senior Arab Saudi yang dipilih oleh kerajaan. Mereka adalah termasuk dedengkot dan tokoh Wahabi Salafi. Nama-namanya antara lain sebagai berikut:


1. Abdul-`Aziz ibn `Abdullah ibn Muhammad Al Al-Shaykh (ketua mufti saat ini)

2. Abdul-Razzaq ibn `Afify ibn `Atiyyah

3. Abdullah ibn Qa`ud

4. Ibrahim ibn Muhammad Al Al-Shaykh

5. Abdullah ibn Ghudayyan

6. Salih ibn Fawzan Al-Fawzan

7. Bakr ibn `Abdullah Abu Zayd

8. Abdullah ibn Mani`

9. Ahmad ibn `Aly ibn Ahmad Sayr Al-Mubaraky

10. Abdullah ibn Muhammad Al-Mutallaq

11. Abdullah ibn Muhammad ibn Sa`d Al Khanin

12. Sa`d ibn Nasir ibn `Abdul-Aziz Abu Habib Al-Shatry

13. Muhammad ibn Hasan Al Al-Shaykh

14. Abdul-Karim Al-Khudir



NAMA ANGGOTA LAJNAH DAIMAH WAL IFTA' (اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد) ARAB SAUDI


Ulama yang tergabung dalam Lajnah Daimah wal Ifta' adalah ulama berpengaruh di Arab Saudi. Semua dari mereka beraliran Wahabi Salafi tentu saja. Nama-namanya antara lain sebagai berikut:


1. Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Al-Syaikh (Ketua)

2. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

3. Ahmad bin Ali bin Sair Al-Mubaraki.

4. Abdul Karim bin Abdullah Al-Khidir.

5. Muhammad bin Hasan Al-Syaikh

6. Abdullah bin Muhammad bin Khunain.

7. Abdullah bin Muhammad Al-Mutlak



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI LUAR ARAB SAUDI


Berikut nama-nama ulama terkemuka beraliran Salafi Wahabi di negara lain selain Arab Saudi. Mayoritas dari ulama-ulama berikut terinspirasi atau pernah menjadi murid langsung dari tokoh-tokoh Wahabi Salafi Arab Saudi.



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI INDIA PAKISTAN


Sebagian di antara ulama di bawah tidak punya kaitan langsung dengan Muhammad bin Abdul Wahhab terutama ulama India Pakistan namun memiliki konsep yang sama atau serupa.


Ahmad bin Irfan Asy-Syahid (أحمد بن عرفان الشهيد)

Ismail bin Abdul Ghani Ad-Dahlawi (إسماعيل بن عبد الغني الدهلوي)

Muhammad Nadzir Husain Ad-Dahlawy (محمد نذير حسين الدهلوي)

Muhammad Siddiq Hasan KHan Al-Qanuji (محمد صديق حسن خان القنوجي)

Abu Turab Adz-Dzahiri (أبو تراب الظاهري)

Shafi Ar-Rahman Al-Mubarakpuri (صفي الرحمن المباركفوري)

Jamilur-Rohman Al-Afghani (جميل الرحمن الأفغاني)

Ihsan Ilahi Dhahir Pakistan (إحسان إلهي ظهير باكستان)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI IRAK


Ali 'Alauddin Al-Alusi (علي علاء الدين الألوسي)

Muhammad Bahjat Al-Atsari (محمد بهجت الأثري)

Mahmud Syukri Al-Alusi (محمود شكري الألوسي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI KUWAIT


Abdurrahman Abdul Kholik (عبد الرحمن عبد الخالق)

Utsman Al-Khamis (عثمان الخميس)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MESIR


Muhammad Sa'id Ruslan (محمد سعيد رسلان)

Abu Ishaq Al-Huwaini (أبو إسحاق الحويني)

Ahmad Farid (أحمد فريد)

Ahmad Muhammad Syakir (أحمد محمد شاكر)

Sayyid Saaduddin Al-Ghabasyi (السيد سعد الدين الغباشي)

Jamal Al-Maraki (جمال المراكبي)

Said Abdul Adzim (سعيد عبد العظيم)

Syarif Al-Hawari (شريف الهوارى)

Shofwat Asy-Syawadifi (صفوت الشوادفي)

Abdurrozzaq Aqiqi (عبد الرزاق عفيفي)

Mazin Assarsawi (مازن السرساوي)

Muhammad Az-Zughbi (محمد الزغبي)

Muhammad Hamid Al-Fiqi (محمد حامد الفقي)

Muhammad Hassan (محمد حسان)

Muhammad Rasyid Ridha (محمد رشيد رضا)

Muhammad Sofwat Nuruddin (محمد صفوت نور الدين)

Mahmud Al-Mashri (محمود المصري)

Yasir Barmami (ياسر برهامي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MAROKO


Abdullah bin Idris As-Sanusi (عبد الله بن إدريس السنوسي)

Alal Al-Qasi (علال الفاسي)

Taqiduddin Al-Hilali (تقي الدين الهلالي)

Abu Uwais Bukhabzah (أبو أويس بوخبزة)

Muhammad bin Abdurrahman Al-Amgharawi (محمد ين عبد الرحمن الأمغراوي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI MAURITANIA


Muhammad Al-Amin Asy-Syankiti (محمد الأمين الشنقيطي)

Muhammad Al-Hasan Asy-Syankiti (محمد الحسن الددو الشنقيطي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI ALJAZAIR


Ibnu Badis (ابن باديس)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI TUNISIA



Al-Khatib Al-Idris (الخطيب الإدريسي)

Muhammad Al-Makki bin Azuz (محمد المكي بن عزوز)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI QATAR



Ahmad bin Hajar Al Butami (أحمد بن حجر آل بوطامي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI SUDAN


Muhammad Hasyim Al-Hadiyah (محمد هاشم الهدية)

Muhammad Hamzah (محمد حمزة)

Khalid Abdurrahman Al-Latif Muhammad Nur (خالد عبد اللطيف محمد نور)

Hasan Al-Hawari (حسن الهواري)

Muhammad Sayyid Muhammad Hajj (محمد سيد محمد حاج)

Muhammad Musthafa Abdul Qadir (محمد مصطفى عبد القادر)

Muhammad Al-Amin Ismail (محمد الأمين إسماعيل)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI SURIAH


Jamaluddin Al-Qasimi (جمال الدين القاسمي)

Abdul Qadir Al-Artaut (عبد القادر الأرناؤوط)

Muhammad Bahjah Al-Bithar (محمد بهجة البيطار)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI LEBANON


Salim Asy-Syihal Lebanon (سالم الشهال في لبنان)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI YORDANIA


Umar Sulaiman Al-Ashkar (عمر سليمان الأشقر)

Ali bin Hasan Al-Halabi Al-Atsari (علي بن حسن الحلبي الأثري)

Masyhur Hasan Al-Salman (مشهور حسن آل سلمان)

Abu Muhammad Al-Maqdisi (أبو محمد المقدسي)



DAFTAR NAMA ULAMA WAHABI SALAFI YAMAN


Asy-Syaukani (الشوكاني)

Abdurrahman Al-Ma'lami (عبد الرحمن المعلمي)

Abdul Majid Az-Zandani (عبد المجيد الزنداني)

Muhammad bin Abdullah Al-Imam (محمد بن عبد الله الإمام)

Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wasabi (محمد بن عبد الوهاب الوصابي)

Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i (مقبل بن هادي الوادعي)

Yahya bin Ali Al-Hujuri (يحيى بن علي الحجوري)



DAFTAR YAYASAN, PESANTREN DAN USTADZ WAHABI SALAFI INDONESIA


Untuk daftar yayasan, pesantren dan ustadz Wahabi Salafi di Indonesia lihat di sini. atau di sini.



GERAKAN WAHABI DI INDONESIA


Gerakan Wahabi di Indoensia terbagi menjadi 2 (dua) kelompok. Kelompok pertama, orang-orang yang menerima dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab, namun melakukan usaha modifikasi, baik sedikit, separuhnya, atau sebagian besarnya. Ciri utama mereka adalah modifikasi pesan dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab.


Kelompok Pertama ini disebut Neo-Wahabi. Organisasi masyarakat di Indonesia yang masuk dalam kategori kelompok neo-Wahabi pertama adalah Muhammadiyah dan Persatuan Islam (Persis). Pada tahun 1980-an dan 1990-an muncul gelombang baru neo-Wahabi yaitu kelompok tarbiyah yang kemudian berubah menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)[1] dan Salafi jihadi yang berada dalam lingkaran Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir serta murid-murid mereka berdua. Neo-Wahabi kedua ini merupakan hasil usaha kampanye program-program yang dilakukan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) yang dimulai pada dekade 1970-an.


Khusus tentang Salafi Jihadi (the Jihadist) dikenallah istilah alumni Afghanistan yakni mereka yang pernah ikut berperang di Afghanistan melawan Uni Soviet. Di bawah pengaruh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar sebagian alumni Afghanistan ini muncul gerakan neo-Khawarij yang mengafirkan orang-orang di luar mereka—termasuk pemerintah Indonesia—dan menyebarkan kebencian terhadap pihak penguasa di Indonesia. Dari kelompok ini sebagian teroris pengeboman berasal.


KELOMPOK KEDUA: WAHABI MURNI.


Yaitu orang-orang yang merespon positif dakwah tersebut dan menerima secara bulat tanpa usaha memodifikasinya. Mereka menerima dakwah dan berusaha menyebarkannya di lingkungan-lingkungan mereka.


Yayasan Al-Muntada didirikan oleh Muhammad bin Surur bin Nayef Zainal Abidin. di London dan Jam’iyyah Ihya At-Turats Al-Islamiyah didirikan oleh Abdurrahman Abdul Khaliq di Kuwait adalah kelompok baru neo-Wahabi. Di Indonesia Yayasan As-Shafwah yang dipimpin oleh Abu Bakar M. Altway dan Yayasan Al-Haramain adalah cabang dari kedua yayasan yang berpusat di London dan Kuwait tersebut.


Tokoh dai terkenal dari yayasan Al-Haramain adalah Abdul Hakim Abdat di Jakarta, Yazid bin Abdil Qadir Jawwas di Bogor, Ainul Harits di Jawa Timur dan Abu Haidar di Bandung.


Sedang Jam’iyyah Ihya At-Turats Al-Islamiyah juga memiliki cabang di Indonesia. Mereka mendirikan pesantren-pesantren yang tersebar di Jawa, seperti Ma’had Jamilurrahman dan Islamic Centre Bin Baaz di Yogyakarta, Ma’had Al-Furqan di Gresik dan Ma’had Imam Bukhari di Solo.


Mereka yang berasal dari kedua yayasan tersebut disebut Sururi.


SALAFI TULEN ADALAH SALAFI YAMANI







Yaitu kalangan yang pernah menjadi murid dari Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i pengasuh Ma’had Darul Hadits di daerah Dammaj, Sha’dah, Yaman. Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah (FKAWJ) yang menaungi Laskar Jihad Ja’far Umar Thalib didirikan oleh kelompok Salafi Yaman ini.


Daftar dari kelompok Umar as-Sewed pasca perpecahannya dengan Ja’far Umar Thalib:

· Al Ustadz Abal Mundzir Dzul Akmal, Lc, Yayasan Ta’zhim as Sunnah d/a JL. KHA. Dahlan Gg. Panda II No. 26 Sukajadi, PEKANBARU – 28121. Telp: +62 (761) 862397, HP: +62 8127566065;

· Al Ustadz Abdullah (mukim di Purwakarta), d/a An Najah Agency, Jln kapten Halim no 40 Pasarebo, Purwakarta, Jawa Barat HP 08129764361;

· Al Ustadz Abdul Azis As Salafy (Pembina Majelis Ta’lim Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, Samarinda, Kaltim), Yayasan As Salaf, Samarinda, Kaltim (0542) 861712;

· Al Ustadz Abdul Hadi Lahji (Posisi terakhir Pengajar Ponpes Ta’dhimus Sunnah, mukim di Ngawi), PP Ta’dhimus Sunnah, Dusun Grudo RT 01/02 Grudo, Ngawi, Jawa Timur (0351) 748913.

· Al Ustadz Abdul Halim (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim) Alumni Ponpes Minhajus Sunnah Muntilan, Magelang, dan alamat di PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;

· Al Ustadz Abdul Haq asal Potorono (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman, alamat Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;

· Al Ustadz Abdul Jabbar (Posisi terakhir Staff Pengajar Ponpes Difa’ anis Sunnah Bantul, mukim di Dlingo, Bantul) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman, alamat di PP. Difa’ anis Sunnah, Bantul Telpon (0274) 7494930;

· Al Ustadz Abdul Mu’thi al Maidani (mukim di Sleman, DI Jogjakarta) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.

Alamat : PP. AL Anshar, Dusun Wonosalam, kel Sukoharjo, Ngemplak, Sleman. Telp. (0274) 897519;

· Al Ustadz Abdul Mu’thi Sutarman, Lc (mukim di Petanahan, Kebumen) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia Pengajar Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Kebumen, Jawa Tengah

Alamat : d/a Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah Telp (0287) 386154;

· Al Ustadz Abdurrazaq (mukim di Banyumas), Alamat : d/a Abu Husain, Sokaraja Kulon Rt 8/5 Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah (0281) 692428;

· Ust. Abdurrahim (mukim di Pangkep), Alamat : Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;

· Al Ustadz Abdurahman Mubarak (Penerbit Al Atsari, Mubarak Press, sekarang mukim di Dammaj, Yaman), Alamat : Depan pasar Cileungsi, No. 10 Rt 2 RW 10, Kp. Cikalagan, Cileungsi, Bogor 16820;

· Al Ustadz Abdurrahman asal Wonosari (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;

· Al Ustadz Abu Abdillah Al Barobisy (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim) Alumni Ponpes Minhajus Sunnah Muntilan, Magelang. Alamat : PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;

· Al Ustadz Abu Abdirrahman Muhammad Wildan, Lc. (Mukim di Batam, Kepri)

Alamat : Yayasan Anshorussunnah, d/a Perum. Cendana Blok A-1 Batam Centre Batam (Samping Kelurahan Belian), Batam – Kep. Riau – 29461. Telp. 0778-475376;

· Al Ustadz Abu Bakar (Posisi Terakhir Pengajar Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, sekarang mukim di Dammaj, Yaman), Alamat : Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;

· Al Ustadz Abdul Barr (mukim di Palembang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.

Alamat : d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 No. HP 08153816801 / 081367050276;

· Al Ustadz Abdussalam (mukim di Ambon, Maluku), Alamat : Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;

· Al Ustadz Abdus Shomad (mukim di Pemalang, Jateng) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : d/a Emy Jamedi, Jl. Dorang 1/83 Perumnas Sugih Waras Pemalang, Jawa Tengah (0284)322771;

· Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf (mukim di Bandung, Jawa Barat) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Jl. Sekelimus VII no.11 Bandung, Jawa Barat Tlp. (022) 7563451, d/a Ali Jln Plesiran no 57A Dago, Bandung, Jawa Barat (022) 2509282;

· Al Ustadz Abu Mu’awiyah Muhammad Ali Ishmah Al Medani (mukim di Medan, Sumut), Yayasan Sunniy Salafiy, Jl. Mesjid Raya Al Jihad no. 24 P. Brayan kota Medan 20116 HP 0812 64 02 403;

· Al Ustadz Abu Najiyah Muhaimin Nurwahid (Penerjemah buku, mukim di Semarang, Jawa Tengah) (sekarang mukim di Yaman);

· Al Ustadz Abu Karimah Asykari (Posisi Terakhir : Pengajar PP. Ibnul Qayyim, mukim di Balikpapan, Kalimantan Timur) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;

· Al Ustadz Abu Sa’id Hamzah (Posisi Terakhir Pengajar PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember)

Alamat : Jl. MH Tamrin Gg. Kepodang No. 5 Jember (0331) 337440;

· Al Ustadz Abu Rumaisho’ (mukim di Kendari). Alamat : d/a Abdul Alim, Jl.Pembangunan No.12, Kel. Sanwa, Kendari (0401)328568;

· Al Ustadz Abu Ubaidah Syafruddin (mukim di Sorong, Irian Jaya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat :Jl. A Yani no.40, Poliklinik Masjid Raya Al-Akbar, HBM, Remu, Sorong, HP 08124853996/ 08124846960 (0951) 323115 Irian Jaya;

· Al Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah an Nawawi asal Lombok (Posisi Terakhir Mudir Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja-Magelang Km. 13 Batikan, Pabelan, Mungkid (0293)782005 HP 0818269293;

· Al Ustadz Adi Abdullah (mukim di Lampung); Alamat : Purwosari Link VII Rt 20/8 Purwosari, Metro Utara, Lampung HP: 08154016031;

· Al Ustadz Adib (mukim di Wonosobo), Alamat : d/a Yusuf, Jl. Bismo 151 Sumberan Utara Rt1/22 Wonosobo, Jawa Tengah;

· Al Ustadz Adnan (mukim di Menado, Sulut). Alamat : Menado, Sulawesi Utara. HP 08152309777;

· Al Ustadz Ahmad Khodim (Penerjemah buku terbitan Cahaya Tauhid Press, mukim di Malang), Alamat : Jl. Lesanpuro No. 31A Malang, Jawa Timur Telp. 0341-710755, HP.0818274197 (0341) 710755, HP 0818274197.;

· Al Ustadz Ali Basuki, Lc (mukim di Aceh) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Alamat : Ma’had As Sunnah, Komplek Cempaka, Dusun Lambangtring, Desa Lampeuneureut, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, propinsi Naggroe Aceh Darussalam. Telpon (0651) 7407408;

· Al Ustadz Agus Su’aidi (Mudir Ma’had Al Bayyinah, mukim di Gresik, Jawa Timur). Alamat : Ma’had Al Bayyinah, Jl. R. Mas Sa’id no 6, Sedagaran, Sedayu, Gresik 61153 Telpon (031) 3940350;

· Al Ustadz Ahmad Kebumen (mukim di Kebumen). Alamat : d/a Abdullah (Kunto Wibisono), Rumah Bp. Rulin, Rt 02/XI Desa Kewarisan, Panjer (dekat pintu KA/belakang cuci mobil), Kebumen. (0287) 382255;

· Al Ustadz Ahmad Hamdani (mukim di Tangerang) – Sekarang belajar di Ma’had Syaikh Yahya Al Hajuri, Dammaj, Yaman. Alamat : Perum Kroncong Blok DP4 no 2 Jatiuwung, Tangerang;

· Al Ustadz Abu Najm Khotib Muwwahid (mukim di Ciamis, Jawa Barat). Alamat: Ponpes An-Nur Al Atsari, Kedung Kendal, Banjarsari Ciamis, Jawa Barat, HP 0815393247;

· Al Ustadz Aslam (Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Al ‘Atiq, Banjar Baru)

Alamat : Komplek Griya Ulin Permai Jl. Nuri no. 12 Landasan Ulin Banjar Baru Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Kontak Person Abu Umar Hijaz (0511) 7488811, HP 081521539288, Abu Zaid 08195164006;

· Al Ustadz Assasudin asal Lumajang (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;

· Al Ustadz Azhari Asri (mukim di Pangkep, Sulsel) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;

· Al Ustadz Banani (mukim di Jambi). Alamat : d/a Suprayogi, BTN Karya Indah Blok I No. 2 Rt 42/15 Simpang 4, Sipin, Telenai Pura, Jambi (0741) 65956; dan Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;

· Al Ustadz Budiman (mukim di Cilacap). Alamat : d/a Ahmad Budiono, Jl. Urip Sumoharjo No. 202 Cilacap Jawa Tengah (0282) 543624;

· Al Ustadz Bukhori (mukim di Palembang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 No. HP 08153816801;

· Al Ustadz Chalil (mukim Buton, Sultra), Alamat : Jl. MH. Thamrin no. 72 Kel. Batara Guru Kec. Wolio, Buton, Telp. (0402)22452 d/a Abdul Jalil, Yayasan Minhaj Al Firqotun Najiyah , Jl. Betoambari lrg. Pendidikan No. 155c, Bau-Bau, Sultra (0402) 24106 HP. 081 643163668;

· Al Ustadz Dzulqarnain (mukim di Makassar, Sulsel), Alamat : Mahad As-Sunnah, Jl. Baji Rupa no. 06, Makassar, Sulawesi Selatan 90224. Telpon : +6281524642464, +624115015211;

· Al Ustadz Fauzan (mukim di Sukoharjo) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Yayasan Darus Salaf, Jl. Raya Solo – Purwodadi, Sukoharjo, Jawa Tengah HP 08156745519. kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;

· Al Ustadz Hamzah Badjerei (Pengajar Ma’had Darul Atsar) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Jl. Kapten Halim No.144 Gg. Banteng 1, Pasar Rebo Purwakarta, Jawa Barat. Telpon +62.264200584;

· Al Ustadz Hannan Hoesin Bahannan (Owner Penerbit buku-buku Islami Pustaka Ar Rayyan). Pengajar Ma’had Darussalaf, Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah. Alamat : Jl Parang Kusuma 24 A, Sidodadi, Pajang, Solo HP +622715800518, +628155044372;

· Al Ustadz Harits Abdus Salam (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan, Kaltim, mukim di Balikpapan). Alamat : PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;

· Al Ustadz Hariyadi, Lc (mukim di Surabaya) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Alamat : Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl. Jojoran 1 Blok K no. 18 Telp. (031) 5921921;

· Al Ustadz Idral Harits Abu Muhammad (mukim di Sukoharjo) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;

· Al Ustadz Isnadi (mukim di Palembang). Alamat : d/a Abdurrahman Safar Jl. Dwikora II No. 1221 Palembang, Sumsel. No. HP 08153816801;

· Al Ustadz Ja’far Sholih (mukim di Depok). Alamat : d/a Masjid Fatahillah Jl. Fatahillah II Kampung Curug, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Ma’had : +62.21 7757586;

· Al Ustadz Jauhari, Lc (mukim di Boyolali) Alamat : d/a Grenjeng, Kenteng, Nogosari, Boyolali;

· Al Ustadz Kamaluddin (Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Al ‘Atiq, Banjar Baru, Kalsel). Alamat : Komplek Griya Ulin Permai Jl. Nuri no. 12 Landasan Ulin Banjar Baru Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kontak Person Abu Umar Hijaz (0511) 7488811, HP 081521539288, Abu Zaid 08195164006.

· Al Ustadz Kholid (mukim di Petanahan, Kebumen) Pengajar Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Kebumen, Jawa Tengah. Alamat : d/a Pondok Pesantren Anwarus Sunnah, Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah Telp (0287) 386154;

· Al Ustadz Luqman Ba’abduh (Posisi Terakhir Mudir PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Jl. MH Tamrin Gg. Kepodang No. 5 Jember (0331) 337440;


· Al Ustadz Mahmud Barjeb (Pengajar Ma’had Darul Atsar) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.

Alamat : Jl. Kapten Halim No.144 Gg. Banteng 1, Pasar Rebo Purwakarta. Telpon : +62.264200584;

· AL Ustadz Mahmud (Pengajar Majlis Ta’lim dan Dakwah Assunnah, mukim di Malang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Majlis ta’lim dan dakwah As Sunnah, Jl. S. Supriyadi 5F, Malang, Telpon (0341) 348833, Utsman (081803808567);

· Al Ustadz Marwan Irfanuddin (mukim di Sukoharjo). Alamat : Yayasan Ittiba’us Sunnah Sukoharjo, Tawang Rt 02 Rw 01 Weru Sukoharjo, Hp. 08179475816/ 081329035280 Jawa Tengah kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;

· Al Ustadz Muallim Shobari (Pengajar PP Ibnul Qoyyim Balikpapan Kaltim, mukim di Balikpapan). Alamat : PP. Ibnul Qayyim Jl.Projakal Km.5,5 RT 29 No.111, Batu Ampar, Balikpapan, Kaltim (0542) 861712;

· Ust. Muhammad (mukim di Pangkep). Alamat : Jl. Wirakarya No.1-5 Minasate’ne, Pangkep, Sulsel (0410) 323855;

· Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi, asal Sedayu, Gresik (Pengajar Ma’had Al Bayyinah, mukim di Gresik, Jawa Timur). Alamat : Ma’had Al Bayyinah, Jl. R. Mas Sa’id no 6, Sedagaran, Sedayu, Gresik 61153 Telpon (031) 3940350;

· Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed (mukim di Cirebon, Jawa Barat) Murid Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin, Saudi Arabia; Alamat : Ponpes Dhiya’us Sunnah, Jl. Dukuh Semar RT 6, Rt 06/03 Kel. Kecapi, Kec.Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat (0231) 222185/200721;

· Al Ustadz Muhammad Barmim (Owner Penerbit buku-buku Islami Pustaka Ar Rayyan). Pengajar Ma’had Darussalaf, Yayasan Darus Salaf, Sukoharjo, Jawa Tengah. Alamat : Jl Parang Kusuma 24 A, Sidodadi, Pajang, Solo HP +622715800518, +628155092522. Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. kontak d/a Ahmad Miqdad, Masjid Ibnu Taimiyah, Jl. Ciptonegaran Sanggrahan Grogol Sukoharjo Solo (0271) 722357;

· Al Ustadz Muhammad Ikhsan (Pimpinan Ponpes Difa’ anis Sunnah Bantul, sekarang mukim di Yaman). Alamat : PP. Difa’ anis Sunnah, Bantul;

· Al Ustadz Muhammad Irfan (mukim di Surabaya). Alamat : Jl. Pulo Tegalsari 8 no 40 A, Wonokromo telpon (031) 8288817 /HP 08155046204;

· Al Ustadz Muhammad Na’im, Lc (mukim di Boyolali). Alamat : d/a Grenjeng, Kenteng, Nogosari, Boyolali;

· Al Ustadz Muhammad Sarbini (Posisi Terakhir Mudir Ponpes Minhajus Sunnah Magelang, mukim di Muntilan, Magelang) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Ponpes Minhajussunnah, Jl. Raya Jogja Magelang Km. 13 Batikan Mungkid (0293)782005;

· Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari (Posisi Terakhir Mudir PP. Al Furqan Kroya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman.

Alamat : PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412;

· Ustadz Muslikh Zarqani asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, sekarang mukim di Dammaj, Yaman). Alamat : Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;

· Al Ustadz Nurdin asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan). Alamat : Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;

· Al Ustadz Nurwahid Abu Isa (saudara Ustadz Abu Najiyah Muhaimin) (Mukim di Semarang, Jateng), Yayasan Al-Lu’Lu’ Wal Marjan, Bagian koordinasi ta’lim, Jl Rambutan V/11-A Semarang Telpon : (024) 8440770 Atau Abu Syafiq, Yayasan Islam Al Lu’lu’ wal Marjan Jl. Lamper Tengah Gg. V no. 22A, Telp (024) 70142785; Hp 081575280591;

· Al Ustadz Qomar Su’aidi, Lc (Posisi Terakhir Editor majalah Asy Syariah, Pengajar PP. Al Atsariyah, mukim di Temanggung) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Alamat : d/a Farhan, Yayasan Atsariyah Kauman Gg. I No. 20, RT1/RW1, Kedu, Temanggung;

· Al Ustadz Ridwanul Bari (mukim di Purbalingga, Jawa Tengah). Alamat : d/a Karang Gedang 6/III, Bukateja, Purbalingga. HP 081542952337;

· Al Ustadz Rifa’i (Pengajar PP Ta’dhimus Sunnah, mukim di Solo). Alamat : PP Ta’dhimus Sunnah, Dusun Grudo RT 01/02 Grudo, Ngawi, Jawa Timur (0351) 748913, HP 0816562158;

· Al Ustadz Muhammad Rifa’i asal Magetan (Posisi Terakhir Pengajar Majlis Ta’lim Bontang, Kaltim), alamat HOP 4 no 89, Komplek PT Badang LNG, Bontang, Kalimantan Timur. (0548) 557150, alamat asal Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;

· Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi, Lc (Posisi Terakhir Mudir PP As Salafy di Jember, Jawa Timur, mukim di Jember) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia;

· Al Ustadz Salman (mukim di Denpasar, Bali). Alamat : d/a Miftahul Ulum, Jln Gunung Agung, Lingkungan Padang Udayana no 21 Denpasar (0361) 413969;

· Al Ustadz Saifullah (mukim di Ambon, Maluku). Alamat : Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;

· Al Ustadz Shodiqun (mukim di Ambon, Maluku). Alamat : Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780;

· Al Ustadz Suyuthi Abdullah (Posisi Terakhir Pengajar Ma’had Ittiba’us Sunnah, Magetan, Jawa Timur, mukim di Magetan). Alamat : Jl. Syuhada No. 02 Sampung, Sidorejo, Plaosan, Magetan, Jawa Timur Telp. (0351) 888958, (0351) 888651;

· Al Ustadz Syaiful Bahri (Posisi Terakhir Pengajar PP. Al Furqan Kroya). Alamat : PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412;

· Al Ustadz Tsanin Hasanudin (Posisi Terakhir Pengajar PP. Al Furqan Kroya)

Alamat : PP Al Furqan, Jl. Lawu RT 22, RW 3, Kroya, Cilacap 53282 Jawa Tengah (0282) 492412.

· AL Ustadz Usamah bin Faishal Mahri, Lc (Pengajar Majlis Ta’lim dan Dakwah Assunnah, mukim di Malang) Alumni Jami’ah Islamiyyah Medinah/Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Alamat : Majlis ta’lim dan dakwah As Sunnah, Jl. S. Supriyadi 5F, Malang, Telpon (0341) 348833, Utsman (081803808567);

· Al Ustadz Yasiruddin (mukim di Ambon, Maluku) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Yayasan Abu Bakar Shidiq, d/a Husein, BTN Kebuncengkeh, Batumerah, Ambon Maluku (0911)353780.

· Al Ustadz Zainul Arifin (mukim di Surabaya) Alumni Ponpes Murid Syaikh Muqbil Bin Hadi Al Wadi’i, Dammaj, Yaman. Alamat : Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jl. Jojoran 1 Blok K no. 18 Telp. (031) 5921921;

· Al Ustadz Zuhair Syarif (mukim di Bengkulu). Alamat : d/a Padang Jaya RT3/4 Bengkulu Utara 38657 Telp. (0737)522412


Berikut adalah dari kelompok yang sering dianggap oleh kelompok di atas sebagai sururi, tetapi sejatinya mereka juga asli wahhabi yang kontra dengan kelompok Wahhabi di atas.

· Abdullah Hadrami, Masjid As Salam, Malang (Jilbab-online.net link, Rekan Agus Bashori dari Al Sofwah-al-Haramain link);

· Abdul Fattah, Batam (At Turots link);

· Abdul Hakim bin Amir Abdat Yayasan Ubudiyah Riau (Al Haramain , Al Sofwah, At Turots);

· Abdur Rahman At-Tamimi – Surabaya (Al Irsyad – At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Abu Aziz – Jakarta (Jilbab-online.net link – crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);

· Abdul Aziz Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa – Al Haramain link);

· Abu Abdil Muhsin Firanda, Sorong – LN – (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots – link);

· Abdullah Taslim, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots – link);

· Abu Bakar M.Altway Lc (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Abu Haidar – Bandung (Al Sofwa – At Turots link);

· Abu Ihsan Al-Maidani – Medan (Al Sofwa, At Turots link);

· Abu Izzi – Semarang (Jilbab-online.net link – crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);

· Abu Nida’, redaksi majalah Fatawa, Ma’had Jamilurahman, Ma’had Bin Baz, Bantul, Jogjakarta (gembong At-Turats link – Jum’iyyah Ihya ut Turots Kuwait link);

· Abu Qatadah – Jakarta (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Abu Sa’ad – Jogjakarta (At Turots link);

· Abu Thohir Lc – Padang (Abdul Hakim Abdat link);

· Abu Umar Basyr – Solo (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link)

· Adhi Faishal, Lc – Yayasan An Najiyah Madiun (Abdullah Taslim Lc link, At Turots);

· Afifi Abdul Wadud – Jogjakarta (At Turots link);

· Agus Hasan Bashari. MAg, FSI Qalbun Salim dan Pesma Al-Anshar wal Muhajirin, Malang (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Ahmad Farhan Hamim Lc (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Ahmad Rofi’i – Karawang (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link);

· Ahmad Ridwan – Batam (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);

· Ahmad Sabiq, Lc (LIPIA, Jilbab-online.net link);

· Ahmas Faiz Asifudin, Pimpinan Majalah As Sunnah (gembong At Turots);

· Ainul Haris, Lc MAg – Nidaul Fitrah (Al Irsyad – At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Ali Saman Lc – Ma’had ALi Al Irsyad, Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Alwy, Lc – Yayasan An Najiyah Madiun (Abdullah Taslim Lc link, At Turots);

· Aman Abdurahman, Lc – Jakarta (Teroris Bom Cimanggis, Al Sofwa – Al Haramain link);

· Amri Mansyur – Padang (link Abdul Hakim Abdat);

· Amrozi – Malang (Jilbab-online.net link, (Rekan Agus Bashori dari Al Sofwa – Al Haramain link);

· Anas Burhanuddin bin Musta’in Ahmad, Lc – LN – (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots – link);

· Arif Syarifuddin, Lc – Ma’had Bin Baz Jogjakarta (At Turots link);

· Aris Munandar Ss – Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots cross-link);

· Arman Amri, Lc. – Jakarta (Jilbab-online.net link – crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);

· Aslam Muhsin, Lc. – Jakarta (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Aspri Rahmat Lc. – LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);

· Aunur Rofiq Ghufron, Lc, Gresik (Al Irsyad – At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Cholid Aboud Bawazeer (Al Irsyad – At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Fakhruddin – Jogjakarta (At Turots link);

· Fariq Gazim Anuz (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);

· Firdaus Sanusi – Jakarta (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link);

· Hanif Yahya, Lc. (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Haris Budiyatna (rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);

· Husnul Yaqin Lc (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Ir. Muhammad Qosim Saguni (Wahdah Islamiyyah, Makassar – Al Haramain – Al Sofwa link);

· Isnen Azhar Lc – Jakarta (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Jazuli, Lc – Jakarta (Jilbab-online.net link – crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);

· Kholid Syamhudi – Ma’had Imam Bukhari, Solo (At Turots link);

· Khusnul Yaqin, Lc. (Al Sofwa – Al Haramain link);

· M. Sahri Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa – Al Haramain link);

· M. Syukur Malang (rekan Agus Bashari dari Al Sofwa – Al Haramain link);

· Ma’ruf Nur Salam, Lc. (Jilbab-online.net, Al Irsyad link);

· Marwan – Jogjakarta (At Turots link);

· Masrukhin (Rekan Agus Bashori dari Al Sofwa – Al Haramain link, Jilbab-online.net link);

· Mubarak bin Mahfudz Ba Mu’allim, Lc – Surabaya (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Muhammad Arifin Al Badri, Lc, MA – LN (Rekan Abdullah Taslim Lc, pemrakrasa syubhat “Bahtera Dakwah Salafiyyah di Indonesia);

· Muhammad Elvi bin Syamsi Lc, – LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);

· Muhammad Shio Batam – Medan, Sumatra (At Turots link);

· Muhammad Subhan, Lc – (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots – link);

· Muhammad Wujud – Magelang, Jateng (At Turots link);

· Muhammad Qoshim, Lc – Ma’had ALi Al Irsyad, Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Muhammad Nur Ikhsan Lc. – LN (Rekan Abu Ihsan, Yazid Jawwas link);

· Mustofa ‘Aini Lc (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Nasiruddin, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);

· Nur Ahmad, ST, MT – Dosen & Kajur D3 TE UGM (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);

· Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc. (Nidhaul Fithrah, rekan Kholid Syamhudi, At Turots link);

· Qisman Abdul Mujib (Jilbab-online.net link);

· Rahmat Abdul Qodir – Jakarta (Jilbab-online.net link – crosslink Al Haramain, Al Sofwa, At Turots);

· Ramlan, Lc (LBI Al Atsary Jogjakarta, link Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah, At Turots link);

· Ridwan LC – Batam, Sumatra (At Turots link);

· Ridwan Abdul Aziz – Surabaya (Nidhaul Fithrah, Jilbab-online.net link);

· Ridwan Hamidi, Lc – Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots cross-link);

· Salim Ghonim, Lc, Surabaya (Jilbab-online.net, Al Irsyad link);

· Sholih – Jogjakarta (At Turots link);

· Tjahyo Suprajogo, FSI Qalbun Salim Malang (Al Sofwa, Al-Haramain, At Turats cross link);

· Ulin Nuha – Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link, At Turots – link);

· Ummu Fathimah – isteri Abu Ihsan Medan (At Turots link);

· Umar Budiargo – Ma’had Taruna Al Qur’an (Taruna Al Qur’an/L-Data/Al Dakwah/DDII eks Masyumi link);

· Yahya Asy’ari – Jambi (At Turots link);

· Yazid Abdul Qadir Jawwas, Jakarta (Al Haramain , Al Sofwa, DDII eks. Masyumi crosslink);

· Yusuf Usman Baisa – Tengaran, Boyolali (Al Irsyad, At Turots, Al Sofwa crosslink);

· Zainal Abidin Syamsudin, Lc. – Jakarta (Al Sofwa – Al Haramain link);

· Zainal Arifin, Lc. – Karawang (Abdul Hakim Abdat, Yazid Jawwas link).


abdkadiralhamid@2013